Episode

15 Maret 2011

A Lonely Hero Part 1

Reffan adalah seorang pria berumur 42 tahun yang menganggur di sebuah kota di Negara Bagian Dakota Utara, Amerika Serikat. Ia tinggal di sebuah gubuk di pinggiran kota tersebut bersama anjing bulldog kesayangannya, Blob. Ia selalu mengenakan jas berwarna cokelat yang sudah sangat kotor ke manapun ia pergi.
Reffan adalah seseorang yang kurang dan bahkan hampir tidak pernah bersosialisasi dengan orang-orang yang ada di sekitarnya, ia bahkan selalu marah-marah apabila ada yang mengajaknya berbicara. Hal ini disebabkan karena ia tidak mau dikenal orang lain, atau bahkan menjadi terkenal. Apalagi, ia tidak mau orang-orang mengetahui bahwa Reffan memiliki sebuah kemampuan luar biasa. Tapi karena sifatnya yang sangat pemarah, ia menjadi terkenal. Orang-orang kota tersebut menyebutnya, Reffan The Mad Beggar.
Kemampuan luar biasa yang dimiliki Reffan adalah kemampuan untuk memberi orang lain kekuatan yang membuat orang itu menjadi sangat kuat seperti Superman atau bisa disebut Super Enchanting dengan sebuah sentuhan. Tapi kekuatan yang Reffan beri kepada orang tersebut hanya bertahan 5 menit. Dan hal yang aneh lagi adalah, Reffan tidak dapat menjadi kuat, ia hanya dapat memberi kekuatan tersebut kepada orang lain.
Suatu sore di pinggiran sebuah jalan raya, Reffan beserta Bolb sedang berjalan menuju gubuknya. Tiba-tiba dari kejauhan terlihat sebuah truk besar yang melintas dengan cepat dan tak terkendali. Semua orang yang berada di lokasi tersebut, termasuk Reffan menyaksikan truk tersebut dengan bingung. Lalu terdengar suara teriakan dari truk tersebut, “SIAPAPUN!! CEPAT HENTIKAN TRUK INI!!!”
Semua orang menjadi panik. Ada beberapa orang yang berusaha menelfon polisi menggunakan telfon genggam mereka dengan sangat panik. Tetapi Reffan tidak memperdulikannya dan hanya terus berjalan bersama Blob.
Tak lama kemudian, Reffan mendengar seorang pemuda yang mengenakan baju seragam salah satu SMA swasta di kota itu berkata, “Andaiku memiliki kekuatan super, akan kuhentikan truk itu sebelum ada yang terluka. Tapi sayang, aku hanyalah manusia biasa.”
Mendengar perkataan pemuda itu, Reffan terdiam. Ia tampaknya tersentuh oleh kata-kata pemuda itu. Ia lalu berniat memberi pemuda itu kekuatan untuk menghentikan truk itu. Lalu Reffan mendorong pemuda itu dengan sangat kencang hingga pemuda itu terlontar ke tengah-tengah jalan raya yang akan dilintasi truk yang tak terkendali tersebut tak lama lagi.
“Hey! Apa yang Kau lakukan!” sentak pemuda itu.
“Hentikan truk itu. Percayalah padaku, Kau dapat melakukannya!” ujar Reffan dengan wajah percaya diri. Dan ia langsung kabur dari keramaian diikuti Blob.
Entah bagaimana, tetapi pemuda itu percaya pada Reffan. Pemuda itu memasang kuda-kuda dan bersiap menghentikan truk tersebut menggunakan kedua tangannya. Orang-orang di sekitar tempat itu semakin panik.
Salah satu pria tua berkata, “The Mad Beggar berbuat ulah lagi. Sekarang dia mencoba membunuh pemuda tak bersalah itu. Dia benar-benar sudah gila!”
“Hey Nak! Cepat lari, sebelum truk itu menabrakmu!” teriak seorang wanita muda.
Pemuda itu tidak memperdulikan apa kata orang-orang itu. Ia tetap bersiap untuk menghentikan truk itu dengan penuh semangat. Semua orang menjadi lebih panik.
Tak lama kemudian, truk itu melaju dengan sangat cepat ke arah pemuda itu. Banyak orang yang menjerit histeris dan menutup mata mereka saat truk itu sudah ada di dekat pemuda itu. Dan ‘bruaak’. Truk itu berhenti dengan seketika. Dan ternyata, pemuda itulah yang menghentikan truk itu dengan kedua tangannya.
Semua orang dan juga pemuda itu tidak mempercayai apa yang baru saja terjadi. Karena terlalu terkejut, pemuda itu langsung terjatuh. “A... Aku tidak percaya Aku berhasil.” Ujar pemuda itu sambil terbata-bata.
Semua orang langsung menghampiri pemuda itu dan bertanya-tanya mengapa ia dapat menghentikan truk itu. Ada seorang wartawan dari sebuah perusahaan koran yang juga bertanya pada pemuda itu.
“Bagaimana Anda dapat menghentikan truk besar yang melaju dengan kecepatan seperti itu? Apa Anda memiliki kemampuan super?” tanya wartawan tersebut. “Sangat tidak diduga pemuda dengan postur tubuh kecil seperti Anda dapat melakukan hal menakjubkan seperti ini.”
“Aku tidak tahu.” Jawab pemuda itu dengan bingung. “Semuanya berlangsung begitu cepat. Padahal kukira aku akan mati saat truk itu berada 5 meter di hadapanku.”
Lalu pemuda itu melihat-lihat sekitar. Ia tampaknya mencari Reffan. Tapi pemuda itu tidak menemukannya. Karena penasaran,  pemuda itu langsung berdiri dan berlari ke arah tempat Reffan menghilang sesaat Reffan mendorong pemuda itu sangat kencang.
Tak lama kemudian, pemuda itu melihat Reffan sedang berjalan dengan santai diikuti seekor bulldog di sebuah gang kecil. Pemuda itu menghampiri Reffan dan menegurnya.
“Hey Tuan. Apa yang kau lakukan padaku tadi?” tanya pemuda itu dengan penuh rasa penasaran.
Reffan berhenti berjalan untuk sesaat dan melanjutkan jalannya tanpa memperdulikan pemuda itu. Pemuda itu tampak kesal dan menarik pundak Reffan agar ia berhenti.
“Tuan, tolong jelaskan padaku.” Pinta pemuda itu. “Kau memberiku kekuatan super untuk menghentikan truk tadi bukan?”
Reffan tampak sangat kesal dan membentak, “Oke! Aku memang memberimu kekuatan, tapi hanya untuk sesaat!” Lalu Blob menggonggong sangat kencang ke arah pemuda itu. “Sekarang tinggalkan aku sendiri, atau akan kusuruh Blob untuk mengigitmu!”
Pemuda itu menatap bulldog itu dan segera melepaskan tangannya dari pundak Reffan. Reffan berjalan kembali tanpa menghiraukan pemuda itu. Blob menggeram untuk sesaat ke arah pemuda itu dan langsung mengikuti Reffan berjalan.
Pemuda itu terdiam untuk sesaat. Dan berkata, “Kau memang pemarah seperti yang orang-orang bilang. Tapi menurutku, Kau itu adalah pahlawan sesungguhnya yang menghentikan truk itu. Aku tidak tahu bagaimana Kau melakukannya, tapi Kau bisa saja menjadi superhero kota ini kalau Kau mau.”
Reffan berhenti lagi untuk kesekian kalinya dan menengok ke arah pemuda itu. “Pergi Kau! Jangan dekati aku lagi!” Bentak Reffan.
“Baik. Aku akan pergi sekarang.” Ujar pemuda itu.”Oh ya, namaku Alan. Mungkin suatu saat nanti kita akan bertemu lagi.” Pemuda itu langsung berlari menjauhi Reffan. Reffan dan Blob kembali berjalan menuju gubuknya.

0 comments:

Posting Komentar